Postingan

Menampilkan postingan dengan label Man Jadda Wajada

Kisah Nyata Dasyatnya Keluarga Sakinah

Gambar
Namaku Wina lengkapnya Sri Winarsih, kini usiaku sudah mencapai 28 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri dengan penghasilan yang sangat rendah, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga yang hanya dapat membantu meringankan suaminya dengan berjualan jajanan keliling kampun g. Seingatku, aku tidak pernah mendengar ayah ibuku mengeluhkan tentang hal itu. Aku dilahirkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Aku tidak sempurna seperti bayi-bayi lainnya, tubuhku kecil karena aku lahir prematur. Mungkin karena ibu terlalu giat bekerja agar dapat membantu ayahku dalam mencari nafkah. Oleh karena orang tua tidak mempunyai banyak biaya untuk perawatanku di rumah sakit, maka orang tuaku membawaku pulang ke rumah untuk dirawat dengan peralatan seadanya. Berkat dukungan ayahku, ibuku merawatku sebaiknya mungkin dengan sangat berhati-hati. Sehubungan aku lahir belum cukup umur maka tubuhku membutuhkan kehangatan yang lebih, kat...

DUNIA ISLAM : MAN JADDA WAJADA

Gambar
Hari itu, kurang lebih 7 tahun yang lalu. Kelulusan SMP yang membuat orang tuaku bangga dengan prestasi yang mampu kuraih. Tak begitu memuaskan, tapi posisi 10 besar dan berhasil membuat bapak maju ke panggung adalah hal yang luar biasa, untukku. Sampai di rumah, peluk ibu menjadi hadiah kelulusan. Senyum kakak-kakakku menjadi kado keberhasilan. Bangga. Ucapan bapak itulah yang sampai saat ini masih aku ingat. Ah,beruntungnya aku menjadi bagian dari keluarga ini. Bukan keluarga yang kaya raya,tapi keluarga yang penuh dengan kasih dan sayang. Pendaftaran SMA sudah buka sejak beberapa hari lalu, tapi aku belum juga memutuskan. Perbedaan pendapat antara aku dan orangtua membuatku ragu menentukan pilihan. “Allah sebaik-baik pemilih keputusan, shalatlah di tengah malam dek. Segala keputusan ada di tanganmu. Hanya, bapak ingin kamu tak pergi jauh dari kota ini. Kau anak terakhir, dan rasanya bapak tidak yakin untuk melepasmu sendiri di luar kota. Hanya itu”, kata bapak deng...