Postingan

ILMU KALAM

ISLAM, IMAN, DAN IHSAN MATA KULIAH ILMU KALAM MENGENAL ISLAM Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik. Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya. Tingkatan Islam Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :  Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa "Laa Ilaaha Ilallaah" (Tiada sesembahan yang haq selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah.  Mendirikan shalat.  Mengeluarkan zakat  Shiyam pada bulan Ramadhan Haji ke Baitullah Al-Haram. Dalil Syahadat. Firman Allah Ta'ala yang artinya : Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, dengan senantiasa menegakkan keadilan (Juga menyatakan demikian itu) para malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan [Al-Imraan : 18...

Pengertian Tafsir.Ta'wil beserta Terjemah(TAHLILI.IJMALI dsb lengkap)

PENGERTIAN TAFSIR, TA`WIL DAN TERJEMAH Tafsir secara bahasa mengikuti wazan ”taf`íl”, berasal dari asal kata al-Fashr (f, s, r) yang berarti menjelaskan, menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Kata kerjanya mengikuti wazan ”daraba – yadribu” dan ”nasara-yansuru”. Dikatakan ”fasara (asy-syai`a) yafsiru” dan ”yafsuru, fasran”, dan ”fassarahu”, artinya ”abanahu” (menjelaskannya). Kata at-tafsir dan al-fasr mempunyai arti menjelaskan dan menyingkap yang tertutup. Dalam lisanul `Arab dinyatakan: kata kata ”al-fasr” berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedang kata ”at-tafsir” berarti menyingkapkan maksud sesuatu lafadz yang musykil, pelik. Dalam al-Qur`an dinyatakan: (Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik tafsir-nya) (al-Furqan [25]:33). Maksudnya: setiap kali mereka datang kepada nabi Muhammad s.a.w membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya ...

TAFSIR BI AL-MA'TSUR

MENYIBAK PROBELMATIKA TAFSIR BI AL MA’STUR ASERSI Agama sebagai pranata sosial yang mengatur kehidupan manusia agar hidup teratur dan tidak amburadul di dalamnya terdapat kitab sebagai undang-undang. Sebut saja Injil, Weda, Taurat, Zabur, dan juga al-Qur’an. Bahkan dalam Al-qur’an, kitab orang muslim serta pedoman dan sumber rujukan utama justifikasi hukum Islam, banyak sekali ditemukan ayat yang mensinyalir bahwa ia adalah kumpulan peraturan yang mengatur segala urusan manusia. Ini semua menegaskan bahwa memang kitab adalah unsur sangat penting dalam sebuah agama. Kitab adalah pegangan asasi bagi pemeluk sebuah agama, agama apapun itu. Al-qur’an, rujukan pertama sebelum hadist, adalah respon Allah terhadap problematika kemanusiaan. Ia turun sebagai bentuk kepedulian Allah tehadap makhluk-Nya. Ia adalah bukti ke-Agungan dan ke-Murahan. Mengarahkan manusia kepada kebaikan. Menunjukan jalan yang benar. Menyelamatkan manusia dari kesesatan dan mengajak manusia kepada kebajikan serta mendo...

KLASIFIKASI HADITS BERDASARKAN NISBATNYA

1. HADIS QUDSI a. Pengertian Hadis Qudsi Secara terminologi hadis qudsi adalah : هومانقل اليناعن النبي صل الله عليه وسلم مع اسناده اياه الى ربه عزوجل Yaitu hadis yang diriwayatkan kepada kita dari Nabi SAW yang disandarkan oleh beliau kepada Allah SWT. Atau : كل حديث يضيف فيه الرسول صل الله عليه وسلم قولا الى الله عزوجل. Setiap hadis yang disandarkan Rasulullah SAW perkataannya kepada Allah Azza wa Jalla Definisi tersebut menjelaskan bahwa hadis Qudsi itu adalah perkataan yang bersumber dari Rasulullah SAW, namun disandarkan beliau kepada Allah SWT. Akan tetapi, meskipun itu perkataan atau firman Allah, hadis Qudsi bukanlah al-Quran. b. Perbedaan antara Hadis Qudsiy dan al-Quran antara al-Quran dan Hadis Qudsiy terdapat beberapa perbedaan, yaitu : 1) Al-Quran lafaz dan maknanya berasal dari Allah SWT. Sedangkan hadis Qudsi maknanya berasal dari Allah SWT, sementara lafaznya dari Rasulullah SAW 2) Al-Quran hukum membacanya adalah ibadah, sedangkan hadis Qudsi membacanya tidak dihukumi ...

TAFSIR TEMATIK

TAFSIER TEMATIK Sifat Ananiyah atau Egoistis ` Ananiyah berasal dari kata ana artinya ‘aku’, Ananiyah berarti ‘keakuan’. Sifat ananiyah ini biasa disebut egoistis yaitu sikap hidup yang terlalu mementingkan diri sendiri bahkan jika perlu dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Sikap ini adalah sikap hidup yang tercela, karena cenderung berbuat yang dapat merusak tatanan pergaulan kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari penyakit mental ini dapat diketahui dari sikapnya yang selalu mementingkan dan mengutamakan kepentingan dirinya diatas segala-galanya, tanpa mengindahkan kepentingan orang lain. Apakah demi kepentingan dirinya akan mengorbankan orang lain. Hal ini tidak akan menjadi pertimbangannya . Dampak Negatif Dari Sifat Ananiyah Mereka melihat hanya dengan sebelah mata bersikap dan mengambil tindakan hanya didorong oleh kehendak nafsu. Nafsulah yang Sifat Ananiyah akan melahirkan sifat Egosentris, artinya mengutamakan kepen-tingan dirinya diatas kepentingan segala-...