Postingan

Fiqh Perempuan

Haid, Nifas Dan Bersuci Daripadanya I.    Lama haid Sering menjadi pertanyaan, berapa lamakah masa darah haid itu ? Darah haid keluar paling sedikit tiga hari tiga malam, sebanyak-banyakknya 15 hari dan yang sedang berlangsung selama 5 hari. Yang menjadi dasar dari ketentuan masa haid tersebut diantaranya : Dari Ar-Rabi’ bin Shahib, bahwa ia pernah mendengar Anas     (sahabat Nabi saw) mengatakan :  „Haid tidak lebih dari 10 hari."(Riwayat Ad-Daruquthni)  Syaikh Mahmud Khitab As-Subki mengatakan, „Tidak diragukan lagi, bahwa masa haid yang tiga atau sepuluh hari itu tidak dipersyaratkan keluarnya  darah terus-menerus selama itu tanpa hentinya. Tapi yang penting darah itu keluar pada awal dan akhir masa haid. Kemudian dari Utsman bin Abi Al-Ash ra, bahwa ia mengatakan : "Bila wanita mengeluarkan haid lebih dari sepuluh hari, maka kedudukannya seperti wanita yang istihadhah (darah yang keluar diluar masa haid). Dia wajib mandi lalu shalat." (Riwayat Ad-D...

Penulisan Mushaf al-Qur'an Pada Masa Rasulullah, Abu Bakar dan Utsman bin Affan

PEMBAHASAN a.       Penulisan Al-Qur’an  P ada  M asa  Rasulullah Al-Qur’an dikumpulkan pada dua masa, masa Rasulullah dan masa khulafaur Rasyidin. Masing-masing tahap pengumpulan ini mempunyai keistimewaan tersendiri. [1]  Pengumpulan pada masa Nabi mempunyai dua pengertian: 1.        Menghapalkan Al-Qur’an di luar kepala. 2.        Menuliskan Al-Qur’an pada benda-benda yang bisa ditulis. [2] Pada pengertian pertama, kita tahu bahwa sahabat-sahabat Nabi yang hafal Al-Qur’an diluar kepala seperti Abdullah bin mas’ud, Ali bin Abi Thalib, Ubay bin Ka’ab dan lain-lain. Diantara factor yang mendorong mereka menghafal Al-Qur’an adalah kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dank arena keberadaan kebanyakan mereka yang ummi menyebabkan mereka hanya mengandalkan kepada  hafalan. Factor lainnya adalah penghargaan Nabi dan sahabat lainnya terhasap mereka yang mempunyai hafalan banyak. Akan h...

Keutamaan-Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Gambar
Dari Ali bin Abi Thalib R.A bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadhan . Kemudian beliau bersabda: 1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. 2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin. 3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.” 4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran). 5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha. 6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas. 7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman. 8. Pada mal...